Siswa SD di Ngawi Belajar Seni Karawitan

Ngawi - Para siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 6 Beran, di Desa Beran, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, yang tergabung dalam sanggar Putra Sadewa, belajar seni karawitan untuk melestarikan budaya Jawa.

Di sanggar bentukan guru inilah, belasan siswa dari berbagai kelas, berlatih kesenian karawitan, dua hingga tiga kali dalam sepekan. Hal ini terbilang langka, karena seni karawitan selama ini dikenal hanya dimainkan oleh kalangan tua dan cenderung dijauhi oleh anak muda.

Hampir semua anak telah mahir memainkan dan menabuh alat musik dari bahan logam dan kayu tersebut. Mereka terlihat sangat menikmati permainan musik khas Jawa ini.

Meskipun terkadang anak-anak ini tampak kesulitan membaca not di buku catatannya, mereka tetap berlatih memepelajari budaya bangsa yang adi luhung ini.

"Kami memang sengaja mengenalkan seni karawitan dari awal. Hal ini sebagai upaya untuk melestarikan budaya bangsa yang mulai luntur peminatnya terlebih di kalangan anak muda," ujar pembina sanggar Putra Sadewa, Tatik Sudarwati, Sabtu.

Ia menjelaskan, untuk membentuk suatu lagu di seni karawitan, diperlukan alat musik yang terdiri dari kenong, kempul, saron, gambang, gender, gong, dan kendang. Kesemuanya harus dimainkan secara rancak.

Para penabuh gamelan dalam seni karawitan biasa disebut pengrawit, sedangkan penyanyi perempuan disebut waranggana dan yang laki-laki disebut wiraswara. Karena pesertanya masih anak-anak, maka dapat disebut, pengrawit cilik dan waranggana cilik.

Salah satu waranggana cilik, Elda, mengaku senang bisa belajar seni karawitan. Ia sangat ingin mempelajarinya, apalagi selama ini ia dan teman-temannya telah sering tampil di acara kesenian sekolah.

"Meski susah, namun saya tetap belajar menyanyi. Yang susah adalah cengkok lagu Jawa yang nadanya kadang naik terlalu tinggi setelah itu turun lagi. Selain itu, saya juga ingin melestarikan budaya Jawa," kata dia.

Pembina sanggar Putra Sadewa, Tatik Sudarwati, mengakui, dengan adanya pengrawit cilik ini, merupakan angin segar untuk pelestarian seni budaya Jawa dan bangsa pada umumnya. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk membentuk karakter bangsa timur yang sopan dan menghindarkan anak-anak dari pengaruh buruk teknologi modern.

"Kabupaten Ngawi merupakan daerah yang masih kental dengan budaya Kerajaan Mataram atau Mataraman. Seni karawitan sangat pas sebagai perwujudan budaya yang mengajarkan tentang tata cara dan karakter bangsa dalam kehidupan sehari-hari," terang Sudarwati.

Karena itu, keberadaan anak-anak ini harus terus dibina agar budaya bangsa tidak punah. Apalagi, siswa-siswi SD ini juga sering tampil pada pertunjukan Ketoprak di hari-hari penting nasional di lingkungan sekolah mereka. Hal ini merupakan potensi yang luar biasa bagi Kabupaten Ngawi.

Namun, meski bertujuan positif, dalam perkembangannya sanggar seni Putra Sadewa ini masih memiliki kendala. Para pembina menilai masih minimnya perhatian dari dinas terkait untuk mengembangkan upaya ini.

Pembina Sanggar Putra Sadewa berharap, ada perhatian khusus dari Dinas Pendidikan setempat, karena anak-anak yang dibina adalah siswa SD.


JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :



Dikirim oleh frendy pada 06.42. dan Dikategorikan pada , , , , . Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas

0 komentar untuk Siswa SD di Ngawi Belajar Seni Karawitan

Tinggalkan Komentar

PENGUNJUNG ONLINE

Bagi temen-temen yang ingin berpartisipasi dalam mengisi blog ini caranya gampang, tinggal kirim Biodata Anda ke lintas@ymail.com.

Bagi temen - temen yang menginginkan wilayahnya mempunyai blog tersendiri, kami akan membuatkan blog sesuai nama daerah temen tinggal, asal temen - temen bersedia untuk mengisi blog yang temen minta.

Setiap Kontribusi akan sangat bermanfaat bagi kemajuan daerah kita, termasuk generasi saat ini dan yang akan datang.

Bila tulisan yang di kirim mengambil dari sumber lain, Jangan lupa sebutkan sumber tulisan secara lengkap berikut link asal tulisan tersebut.

Tulisan tidak berbau sara, hasutan, mengadu domba, maupun ponografi. Seluruh isi tulisan menjadi tanggung jawab sepenuhnya pengirim. blog ini hanya sebagai sarana untuk menyebarkan isi tulisan.

2010 Lintas Ngawi. All Rights Reserved. - Designed by Lintas Ngawi