Rampas Kamera Wartawan, PNS Diperiksa
Posted by Lintas_Daerah Kabupaten Ngawi, News, Pemerintahan, Pers, PNS, Wartawan 16.01Kamera Hengky dirampas saat mengkonfirmasi kondisi area merokok (smoking area) yang mangkrak di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ngawi, Jumat, (22/03). Selain Hengky, wartawan Memorandum, Dika, melakukan liputan tersebut. Bukannya meladeni konfirmasi wartawan, Martati malah meminta kamera Hengky dan menyuruhnya menghapus foto smoking area tersebut. Kamera tersebut akhirnya diserahkan kembali setelah fotonya dihapus.
Menyikapi penghalangan atas kerja jurnalistik tersebut, puluhan wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Karesidenan Madiun (FWM) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Pemerintah Kabupaten Ngawi, Senin, 25 Maret 2013.
"Apa yang dilakukan pejabat tersebut jelas melanggar Undang-Undang Pers dan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik," kata salah satu perwakilan FWM, Nur Salam, saat melakukan aksi. FWM menuntut Pemerintah Kabupaten Ngawi sadar media dan mensosialisasikan Undang-Undang Pers dan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) ke seluruh instansi.
"Kami menuntut agar Martati diproses atas kesalahannya dan Pemerintah Kabupaten Ngawi melakukan sosialisasi tentang Undang-Undang KIP ke seluruh pajabat dan Satuan Kerja Perangkat Daerah," kata Pemimpin Redaksi Radar Madiun Bambang H Irwanto dalam orasinya.
Menanggapi tuntutan para wartawan, Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi Siswanto mengatakan pihaknya telah memanggil Martati. "Yang bersangkutan masih dimintai keterangan dan menjalani pemeriksaan di Inspektorat. Kami minta maaf atas kejadian tersebut," kata dia.
Siswanto juga berjanji akan mensosialisasikan kembali Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. "Kami minta perwakilan dari wartawan untuk menjadi pembicara dalam sosialisasi tersebut," kata Siswanto.
Pengelolaan Sampah Jadi Nilai Minus Adipura
Posted by Anonim Adipura, Kota, News, Pemerintahan, Utama 20.45NGAWI - Tim pemenangan Adipura Pemkab Ngawi harus bekerja keras jika tidak ingin penghargaan di bidang kebersihan itu melayang. Hal ini karena masih ada sejumlah indikator penilaian yang mendapat nilai merah seperti pengolahan sampah dari daun-daunan yang diubah menjadi kompos. Sistem ini dinilai belum maksimal.
"Pemilahan sampah dan pengolahannya masih perlu ditingkatkan. Selain itu gulma dan drainase di perumahan juga perlu dibenahi," tutur Yulianto Kusprasetyo, Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Ngawi, kemarin (2/3).
Yulianto mengatakan, masih banyaknya hal yang belum memenuhi indikator penilaian itu akan disikapi dengan mengumpulkan satker terkait pada Selasa (5/3) nanti. Menurutnya, tidak hanya satker yang memiliki nilai merah yang akan dimintai perbaikan, namun juga satker yang memiliki nilai aman akan dituntut untuk mempertahankan nilainya, mengingat informasi yang diterimanya, tim penilai Adipura jilid II akan mampir ke Pemkab Ngawi pada bulan Maret ini.
Sejak tiga hari yang lalu, pihaknya sudah mempersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan fisik untuk dilakukan pembenahan, karena fisik memiliki porsi nilai 90 persen, sisanya adalah non fisik. Untuk itu Pemkab mulai melakukan pengecatan dan mempercantik wajah kota.
Dikutip : Radar Ngawi
Tiga Penderita Demam Berdarah di Ngawi Meninggal
Posted by Unknown Kedunggalar, Kendal, Kesehatan, Paron, Pemerintahan, Utama 18.34
Ngawi - Sebanyak tiga penderita demam berdarah (DB) di wilayah Kabupaten Ngawi tercatat meninggal dunia selama bulan Mei 2012.Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2P dan PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi, Endang Pratiwi, Jumat, mengatakan ketiga korban tersebut merupakan warga Kecamatan Kendal, Paron, dan Kedunggalar.
"Ketiga penderita ini terlambat dibawa ke tempat layanan kesehatan. Saat dibawa ke puskesmas dan rumah sakit kondisinya telah kritis," ujar Endang Pratiwi kepada wartawan.
Selain terlambat dibawa ke tempat layanan kesehatan, kasus kematian pada penyakit demam berdarah kali ini juga disebabkan karena minimnya informasi dari masyarakat tentang serangan penyakit tersebut.
"Warga mengira curah hujan yang sudah tidak terlalu tinggi tidak begitu berdampak pada penyakit demam berdarah. Padahal penyakit ini bisa menyerang dalam keadaan musim apapun, hanya saja intensitasnya memang besar saat musim hujan," terang dia.
Ia menyebutkan, selama bulan Januari hingga Mei 2012, telah terjadi 81 kasus penyakit demam berdarah di wilayah Kabupaten Ngawi. Di mana tiga kasus di antaranya meninggal dunia (MD).
Adapun untuk daerah penyebarannya, telah merata di seluruh wilayah Kabupaten Ngawi. Pihaknya mencatat, dari 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Ngawi, telah semuanya pernah terjadi kasus demam berdarah.
Karena itu, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk menekan penyebaran penyakit demam berdarah. Di antaranya sosialisasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M (menguras, mengubur, dan menutup) tetap merupakan cara yang paling tepat untuk memutus siklus kehidupan nyamuk dan mencegah penyebaran penyakit berbahaya ini.
"Warga diimbau lebih giat lagi dalam melakukan PSN agar penyebaran penyakit demam berdarah dapat ditekan. Sebab, PSN dinilai lebih efektif untuk mencegah penularan demam berdarah karena dapat memutus siklus hidup nyamuk pembawa penyakit mematikan tersebut," tukas.(*)
BKKBN, On The Road Jawara
Posted by Unknown News, Pemerintahan, Utama 02.35
NGAWI : Pentingnya akan program Keluarga Berencana (KB), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melakukan
kampanye KB di wilayah Pulau Jawa dan Madura melalui Pergerakan Sasaran
Operasional Program Kependudukan dan Keluarga Berencana Jawa – Madura
(Pesona Jawara) Mobil Unit Penerangan (Mupen) On The Road 2012. Gebrakan
yang dilakukan BKKBN ini baru pertama kali dilakukan di Indonesia.SMP Muhammadiyah 5 Ngawi
Posted by Unknown Budaya, Gallery, Kesenian, News, Pemerintahan, Pendidikan, Profil Sekolah, Profil Wilayah, senibudaya, Utama 12.15Ekstrakurikuler bidang seni beladiri ini merupakan ciri khas sekolah di bawah naungan persyarikatan Muhammadiyah.
Anak-anak ekskul TS SMP Muhammadiyah 5 Ngawi sudah sering meraih prestasi. Antara lain di even yang digelar IPSI Kabupaten Ngawi. Pada Invitasi Tapak Suci se-Karesidenan Madiun di Unmuh Ponorogo 2010, tim Padmanaba- SMP Muhammadiyah 5 Ngawi-menyabet juara umum III. Pada Olimpiade Pelajar Muhammadiyah (OPM) Februari lalu, tim sekolah yang punya moto “The Real Islamic Scholl for The Bright Future” ini menjadi juara umum.
Hari ini (8/5), duta Padmanaba akan berangkat ke Kota Reog untuk mengikuti invitasi Tapak Suci yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Ponorogo. ’’Tapak Suci tidak sekadar ekstra bela diri, tetapi juga mengandung nilai keimanan dan penyempurnaan akidah bahwa tiada kekuatan kecuali izin Allah SWT,’’ ungkap Pak Suyanto, salah satu pendekar TS di SMP Muhammadiyah 5 Ngawi. (*)
Malah Semakin Berkembang
MASIH ingat kantin kejujuran (kajur)? Jika di sekolah lain banyak yang gulung tikar, kajur SMP Muhammadiyah 5 Ngawi tetap eksis.
”Melihat tumpukan makanan yang lezat tanpa ditunggui pedagangnya, bagi orang lain mungkin tergoda orang untuk tidak jujur. Tapi berkat nasehat dari guru dan kesadaran bahwa Allah itu Maha Melihat, kami semua bisa jujur,’’ kata Hariayanto, siswa kelas 7C
Memang, jujur itu seharusnya bukan karena orang lain, tapi karena ada niat dan tekat dari dalam diri sendiri. Itu pula yang terpatri kuat di benak warga SMP Muhammadiyah 5 Ngawi. “Dengan tingkat kejujuran siswa yang tinggi, kami optimistis kajur di sekolah ini terus berkembang, ‘’ ujar Bu FaritaLina R, penanggung jawab kajur SMP Muhammadiyah 5 Ngawi. (*)
PELAJAR sekolah di bawah naungan persyarikatan Muhammadiyah punya even olimpiade yang dikenal dengan sebutan OPM (Olimpiade Pelajar Muhammadiyah).
OPM se-Kabupaten Ngawi tahun ini diadakan 24-26 Februarilalu di Perguruan Muhammadiyah Ngawi yang juga merupakan kompleks Pondok Pesantren Muhammadiyah Ulil Albab.
Cabang olah raga yang dipertandingkan dalam OPM kali ini antara lain bulu tangkis, futsal, pencak silat, dan tenis meja. Sedangkan perlombaan bidang seni di antaranya pidato tiga bahasa, baca puisi, majalah dinding (mading), dan paduan suara. Juga ada lomba matematika, sains, dan Ismubaris (Al-Islam Kemuhammadiyah dalam bahasa Arab dan Inggris).
Tau nggak, pada ajang Olimpiade Pelajar Muhammadiyah ITU, SMP Muhammadiyah 5 Ngawi keluar sebagi juara umum dengan memborong 26 piala. Amazing!
‘’Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin oleh majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Ngawi. Tujuannya menggali bibit–bibit pelajar berprestasi di kalangan Muhammadiyah yang nantinya akan diikutkan dalam kompetensi di tingkat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur,’’ kata Pak Salimoel Amien, ketua majelis Dikdasmen PDM Ngawi saat pembukaan OPM.
‘’ Selain itu, juga sebagai ajang silahturrahim antar pelajar, guru, maupun pengelola sekolah sebagai wahana tukar pikiran, tukar pengalaman demi memajukan pendidikan di kalangan Muhammadiyah,’’ imbuhnya. (*)
Bahasa Arab jadi Mapel Wajib
Juga Punya Program One Day One Ayat
SISWA SMP Muhammadiyah 5 Ngawi sudah pada pintar Bahasa Arab lho. Maklum, di sekolah itu Bahasa Arab masuk dalam mata pelajaran (mapel) wajib bagi siswa mulai kelas 7 sampai kelas 9.
Langkah pihak sekolah menjadikan Bahasa Arab menjadi mata pelajaran wajib juga tak lepas dari prinsip man jadda wa jadda (siapa bersungguh-sungguh mendapat) dan man sobaro dhofiro (siapa bersabar beruntung).
Nggak rugi sekolah memasukkan Bahasa Arab sebagai mapel wajib. Banyak siswa SMP Muhammadiyah 5 Ngawi yang mengukir prestasi. Bahkan, juara I lomba pidato Bahasa Arab putra dan putri di Olimpiade Pelajar Muhammadiyah (OPM) tahun ini diborong wakil sekolah itu. Yakni, Nikmah Rima D dan Ibnu Mas’ud F.
Tak hanya itu, SMP Muhammadiyah 5 Ngawi juga punya program “One Day One Ayat’’. Maksudnya, setiap menghafal satu ayat Alquran. Pencetus program ini adalah guru Bahasa Arab sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Ulil Albab Ustadz Wakhid. ‘’Program ini cukup efektif. Dengan metode ini diharapkan tiap siswa mampu menghafal dalam satu tahun dua sampai tiga juz,’’ terang Pak Hadi Mustofa, kepala sekolah. (*)
“Pondok ini didirikan untuk mencetak kader-kader bangsa, calon-calon pemimpin umat,’’ terang Pak H. Gunadi Ash Cidiq, pimpinan pondok yang juga ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ngawi.
Para santri tidak hanya ngaji Quran atau memperdalam agama saja lho. Untuk mendukung pembelajaran, mereka diwajibkan memiliki laptop. Dengan sarana itu, mereka bisa mengakses internet sehingga memiliki pengetahuan yang luas. Asal tau aja, aktivitas santri dan santriwati juga dikontrol 24 jam sama ustadz dan ustadzah di sana.
”Dengan sistem mondok atau asrama selama 24 jam, santri diajar dan dididik apa yang mereka lihat, apa yang mereka dengar dan apa yang mereka rasakan adalah pendidikan,’’ kata Ustadz Wakhid, pengasuh pondok.
Alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor ini menambahkan, di Ponpes Ulil Albab juga dibiasakan berkomunikasi dengan dua bahasa, yaitu Bahasa Arab dan Inggris. Metodenya, pemberian dua kosa kata baru setiap harinya dan membuat dua kalimat dari setiap kata.
Bagaimana tanggapan santri yang mondok di sana? ‘’Bersekolah sekaligus mondok sangat bermanfaat karena mendapat ilmu agama, berbahasa Arab dan Inggris secara aktif, IT dan hafal surat-surat Quran,’’ kata salah satu santriwati asal Pacitan.
Soal prestasi para santri tidak usah diragukan lagi. Santri di pondok yang berdiri 19 Februari 2009 ini sudah berjaya di berbagai ajang seperti OSN, O2SN, OPM, dan masih banyak lagi lainnya. (*)
CREW LIPUTAN:
Pemkab Ngawi Siapkan Rest Area bagi Pelancong
Posted by Roedy News, Ngawi, Pemerintahan, Utama 07.50Menurut kanang panggilan akrabnya, pembangunan tempat peristirahatan telah berjalan sejak tahun anggaran 2010-2011 lalu. Pembangunan dimulai dengan pembukaan lahan hingga pembangunan infrastruktur dasar. Infrastruktur yang sudah ada antara lain lahan parkir yang luas, musala, tempat beristirahat berupa pendopo berukuran kecil dan satu pos informasi lalu lintas.
Untuk tahun anggaran 2011-2012, infrastruktur akan dilengkapi dengan puluhan stan penjualan yang khususnya menjual kebutuhan dasar pelancong dan para pemudik. Tidak hanya makanan ringan hingga kebutuhan bengkel dan onderdil kendaraan, nantinya stan tersebut juga menjual beberapa produk unggulan Kabupaten Ngawi yang salah satunya Teh Jamus hasil perkebunan di kaki Gunung Lawu.
Selain tempat peristirahatan, Pemkab Ngawi melakukan pemeliharaan pada beberapa potensi wisata daerah yang sudah ada. Di antaranya, Monumen Suryo yang terletak di tengah hutan jati. Juga memaksimalkan fungsi sumber mata air tertua di Ngawi yaitu di daerah Tawwun, yang belakangan ini sudah menjadi incaran bagi para pelancong wisata.
Khusus hasil produksi Teh Jamus, akan dimaksimalkan jaringan pemasarannya dengan membuka komunikasi dengan beberapa pihak swasta dan melalui mekanisme pemasaran lainnya. Sehingga bisa mendorong kebanggaan warga Ngawi, bahwa Teh Jamus adalah hasil produksi Ngawi.
"Kualitas Teh Jamus tidak kalah dengan teh hitam yang diproduksi oleh Belanda maupun kualitas teh lainnya. Salah satu khasiat Teh Jamus adalah dapat memulihkan stamina bagi yang meminumnya secara rutin," jelas Ketua DPC PDI Perjuangan Ngawi tersebut. (aven)
Sumber : PDI perjuangan
Pemerintah teken lagi 4 PPJT
Posted by Roedy News, Ngawi, Pemerintahan, Utama 07.37
Setelah menandatangani 7 perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT), pemerintah kembali meneken 4 PJPT lainnya. Sehingga, saat ini tercatat sudah 11 PPJT yang telah diteken dan secara fisik siap dimulai. Kesebelas PPJT ini merupakan bagian dari 24 proyek jalan tol yang mangkrak beberapa waktu lalu"Kita baru saja meneken empat ruas lainnya, jadi kita berharap secara fisik bisa dimulai," kata Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak, usai penandatanganan 4 PPJT, Selasa (28/6).
Hermanto memaparkan, total nilai investasi keempat ruas jalan tol tersebut mencapai Rp 14,671 triliun, dengan ruas total sepanjang 227,76 km. Rinciannya, Solo-Mantingan-Ngawi dengan nilai investasi Rp 5,138 triliun (99,10 km), Ngawi-Kertosono senilai Rp 3,832 triliun (87,02 km), Kertosono-Mojokerto senilai Rp 3,481 triliun (40,5 km), dan serpong-Cinere senilai Rp 2,220 triliun (10,14 km).
Dia menyebut, pemerintah sendiri akan melaksanakan percepatan pelaksanaan dengan mempercepat proses pembebasan lahan yang akan diambil dari dana Badan Layanan Umum (BLU) dan juga sunk cost (subsidi anggaran) untuk biaya pengadaan tanah juga konstruksi proyek.
Maka, khusus untuk yang Solo-Mantingan-Ngawi dan Ngawi-Kertosono diberikan dukungan pemerintah, yaitu biaya pengadaan tanah seluruhnya menjadi tanggung jawab pemerintah senilai Rp 1,85 triliun. Kemudian, pemerintah membangun sebagian konstruksi sepanjang 58,4 km.
Lanjut Hermanto, pemerintah juga memberikan sunk cost untuk pembangunan sebagian konstruksi di dua ruas itu dengan anggaran Rp 3 triliun dari APBN. Tujuannya, untuk meningkatkan kelayakan proyek, sekaligus mempercepat proses pembangunan tol.
Dari empat ruas tol tersebut, tiga diantaranya merupakan ruas tol yang masuk Trans Jawa yang menjadi prioritas pemerintah. Maklum saja, ruas tersebut memiliki tingkat volume paling tinggi di Indonesia dan menjadi ruas yang dapat memberikan pengaruh besar bagi pendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia. "Jadi kami harapkan untuk tiga ruas yang sudah ditandatangani hari ini segera bisa direalisasaikan pelaksanaannya," tegas Hermanto.
Adapun, pemegang konsensi dengan masa kontrak selama masing-masing 35 tahun dipegang oleh PT Thiess Indonesia untuk tiga ruas yang masuk dalam ruas Trans Jawa, dan PT Marga Hanurata Intristic (MHI) untuk ruas Kertosono-Mojokerto.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani Gazaly berharap untuk 13 PPJT yang masih tersisa akan segera menyusul. Dia menargetkan, pada Juli 2011 ke-24 ruas tol tersebut telah rampung diteken. "Jadi diharapkan Agustus kegiatan pemenuhan syarat dalam PPJT sudah dilaksanakan pemegang konsensi," ujarnya.
Achmad bilang, 13 ruas tol yang belum ditandatangani, umumnya masih terganjal sindikasi perbankan untuk pembiayaan proyek, dan juga masalah intern dalam pemegang saham.
Sumber : Kontan
Program KTP Elektronik di Ngawi Gratis
Posted by Roedy Ngawi, Pemerintahan, Utama 09.37
Program populis yang sebenarnya banyak dirindukan oleh rakyat Indonesia seperti saat situasi sekarang ini. KTP Elektronik gratis bagi Kabupaten Ngawi menjadi urutan ke-12 di Jawa, Timur yang siap melaksanakan program itu. Walaupun ada seorang Camat di Ngawi memandang pesimis program itu, dengan alasan Ngawi merupakan kota kecil.
”Belum tentu berjalan, namun karena program saya mengikuti saja. Kota Mojokerto saja belum, tak usah jauh-jauh, kita dengan kota Madiun agak jauh berbeda, apalagi Ngawi kota kecil,” terang GigihWiyono, Camat Pangkur waktu lalu, kepada media ini.
Lain halnya dengan Camat Kwadungan Setiono, pihaknya mengatakan, banyak yang bertanya baik perangkat desa, maupun masyarakat. Menurutnya, secara fisik harus mendukung program itu. ”Kita berharap KTP Elektronik ini berjalan sukses, bila ada kekurangan masih batas kewajaran,” terangnya.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Ngawi Bariel Marbun, dikonfirmasi koran elektronik ini Rabu (8/9) mengungkapkan, kelebihan KTP ini tidak dapat dipalsu, saat kabupaten Ngawi menjadi percontohan oleh kabupaten lain. ”Ini merupakan program nasional, dan Kabupaten Ngawi termasuk percontohan. Sebenarnya saya sudah melakukan sosialisasi perkecamatan, sebagian masih dilanjutkan,” terangnya.
Dari pantauan analisisnews.com di lapangan Bupti Ngawi benar-benar menggratiskan KTP, KK, dan Akta Kelahiran. Didalam undang-undang tidak ada aturan untuk dipungut biaya. Semua program yang populis itu hal yang wajar, tinggal bagaimana sosialisasi bisa menyeluruh sekabupaten Ngawi, diharapkan terlaksana dengan baik. (Giarto)
Sumber : analisisnews.com
Tahun Ini Ngawi Kecolongan Adipura
Posted by Roedy News, Ngawi, Pemerintahan, Utama 09.35
Pihak Pemkab ngotot, bahwa kegagalan menyematkan Label Adipura di kabupaten Ngawi ini lebih dikarenakan Jumlah Kuota Nasional yang menurun. Alasannya, Pada tahun 2010 lalu, porsi yang tersedia sebanyak 140 Kabupaten/Kota, namun ditahun 2011 hanya sejumlah 63 Kabupaten/Kota saja.Lantaran kurangnya persiapan pada 60 titik sistim penilaian Adipura, Kabupaten Ngawi tahun ini terpaksa gigit jari tidak mendapatkan prestasi sebagai kota yang bersih. Permasalahan tersebut membuat wakil rakyat angkat bicara, Budi Purwanto, Ketua Komisi IV DPRD Ngawi. Budi Purwanto menyayangkan passing grade atau batas minimum penilaian Adipura menurutnya Ngawi sudah berusaha maksimal dengan menyuguhkan tata kota yang natural. ‘’Jadi kita tidak perlu saling menuding menyalahkan siapapun, akan tetapi kita juga harus segera menata kembali para pedagang kaki lima di area alun-alun yang mulai menjamur’’ terang Budi Purwanto. Tambahnya, meskipun Ngawi tahun sebelumnya mendapatkan piala Adipura dan saat ini gagal bukan halangan tahun berikutnya. ‘’Kita semua optimis pasti tahun depan kita dapatkan piala kebersihan tersebut’’ pungkas Budi Purwanto.
Sementara, pihak pemkab juga punya dalih dengan kegagalan Adipura lepas tangan pasalnya kuota nasional pada tahun 2010 ada 140 kabupaten/kota akan tetapi tahun ini menyusut 63 daerah meskipun Jawa Timur secara umum menyabet Adipura terbanyak. Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Ngawi, Yulianto Kusprasetyo, pihaknya sudah mempersiapkan bahan evaluasi untuk tahun depan. Menurut Yulianto misalkan dilokasi RSUD dr Soeroto mengenai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dimana untuk saat ini masih menggunakan sistim open dumping untuk tahun 2012 pihaknya berupaya memakaim sitim sanitary refill. Dengan demikian sangat diharapkan RSUD Dr Soeroto memiliki IPAL mandiri. (pr)
Sumber : sinarngawi.com
Penderita HIV di Ngawi Meningkat
Posted by frendy News, Pemerintahan, Utama 05.30Salah satunya seorang ibu rumah tangga berinisial GMI, warga Kecamatan Gerih. Pasien yang diduga menderita HIV ini kondisi tubuhnya terus mengecil karena ada sejumlah penyakit penyerta, seperti diare dan sariawan. Meski kondisi korban terus memburuk, keluarga tetap membawanya pulang. Sementara, pihak rumah sakit masih menunggu hasil tes dari laboratorium. Padahal korban sendiri tidak pernah punya riwayat atau pergi bekerja keluar daerah sebelumnya.
Sementara, berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat, pada 2008 ada sebanyak lima kasus HIV/AIDS. Sedangkan 2009 ada 14 kasus, dan 2010 sampai April ini sudah ada lima penderita yang melakukan konfirmasi ke Dinas Kesehatan. Dari jumlah tersebut, 14 di antaranya meninggal dunia.
Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi pun akan terus memantau perkembangan kesehatan para penderita HIV/AIDS yang masih bertahan hidup. Rata-rata para penderita adalah warga Ngawi yang pernah pergi ke luar daerah ataupun bekerja di luar negeri. Guna mengantisipasi penyebaran virus tersebut, Dinas Kesehatan setempat terus berupaya mensosialisasikan ke masyarakat agar tetap waspada terhadap perilaku yang berisiko tertular HIV/AIDS.(IDS/ANS)
Pelaksanaan Unas Masih Semrawut
Posted by frendy News, Ngawi, Pemerintahan, Pendidikan 17.37
Kesiapan Dinas Pendidikan(Dindik) Ngawi seputar penyelenggaraan ujian nasional(unas)mulai dipertanyakan.Seiring ditemukannya sejumlah kesemrawutan pelaksanaan program nasional itu.Salah satu yang terlihat,terselipnya soal-soal mata pelajaran(mapel)Kimia di berkas naskah Biologi. Berdasarkan catatan Dindik,tercampurnya berkas materi ujian itu terjadi di empat sekolahan penyelenggara unas.Yakni di SMAN 1 Ngawi, SMAN 2 Ngawi, SMAN Kendal dan Madrasah Aliyah Negeri(MAN) Ngrambe.Hanya saja, sejauh ini belum bisa terdeteksi berapa banyak soal-soal yang tercampur itu.
SMAN 1 Ngawi misalnya.Kejanggalan itu terjadi di ruang 18.Sebanyak dua paket naskah mapel Kimia turut terselip.Naskah yang seharusnya untuk jadwal Rabu itu sempat ditimang-timang oleh Sukardi pengawas ruangan saat hendak diberikan ke siswa.Sebelum akhirnya, dikembalikan ke amplop untuk diserahkan ke panitia rayon.”Belum sempat saya baca.Tapi jelas terpampang mapel kimia paket 12,”ujarnya.
Dua paket soal itu selanjutnya dilakukan pengamanan. Bahkan,panitia langsung melampirkan berita acara pemeriksaan(BAP)sebelum dikembalikan lagi ke Mapolres. Peristiwa itu sempat membuat kalang kabut petugas. ”Kami juga lakukan penyegelan.Jadi materi unas mapel kimia itu belum tersentuh siswa.Hanya pengawas saja,” terang Hari Maiadi seorang panitia unas SMAN 1.
Sementara,Gunadi Ash Cidiq kabid pendidikan menengah membantah bila kesemrawutan materi unas itu disebabkan ketidaksiapan institusinya dalam penyelenggaraan program nasional tersebut.Soal-soal yang terselip itu murni kesalahan packing yang dilakukan Dindik Pemprov Jatim.”Kami menerima materi soal-soal sudah dalam bentuk packing.Jadi tidak benar bila itu disebabkan petugas kami yang tidak becus dalam distribusi,” tegasnya.
Lanjut dia,pihanya akan mendalami temuan itu.Sebab sangat menganggu sekali akan kesuksesan pelaksanaan unas.Bila tidak dikhawatirkan akan menimbulkan permasalahan di kemudian hari.Mengingat pelaksanaan unas rawan terjadi kecurangan.”Kami tak mau berspekulasi tentunya.Apapun akan kami jalankan berdasarkan prosedur yang ada,”ujarnya.(dip/eba)
( SRAMBANG). EMBUNG KARANG KEDEMPEL MULAI DIBAGUN
Posted by frendy jogorogo, News, Ngawi, Pemerintahan, Utama 07.41
Dengan di berlakunya UU No 22 Tahun 1999 dan UU No 25 Tahun 1999 tentang pemerintahan daerah dan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. Daerah dituntut untuk berupaya semaksimal mungkin dalam meningkatkan pendapatan asli daerah. Langkah ini bisa ditempuh dengan memanfaatkan potensi yang ada salah satunya potensi alam. Dengan otonomi daerah maka langkah yang diambil salah satu desa diwilayah Kabupaten Ngawi khususnya Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo, mulai pertengahan bulan Desember 2010 lalu membangun Embung Karang Kedempel dilokasi wana wisata air terjun Srambang, tepatnya di Kali Sepadan seluas 750 meter persegi.
Pada fungsi utamanya Embung Karang Kedempel sebagai sarana irigasi pertanian sawah seluas 60 hektar di Desa Girimulyo dan Desa Jaten. Menurut Kepala Desa Girimulyo, Nonot T, Embung Karang Kedempel dibangun dari program irigasi pusat sebesar 95 juta yang bersumber APBN 2010 dan ditambah swadaya masyarakat berupa tenaga kerja. “Meskipun mereka secara gotong-royong membangun Embung ini, tetapi bagi mereka yang istilahnya tukang tetap kita bayar sesuai kemampuan dari anggaran yang ada” tandas Nonot.
Embung Karang Kedempel selain untuk menampung air juga akan dimanfaatkan sebagai lokasi wisata mancing, outbond dan bumi perkemahan. Disekitar lokasi Embung sendiri juga dilengkapi fasilitas parkir roda dua dan empat juga sarana MCK. “Dengan dibangunya Embung Karang Kedempel nantinya bisa meningkatkan perekonomian di Desa ini” tambah nonot. Target penyelesaian Embung Karang Kedempel paling akhir kemungkinan bulan Maret 2011 mendatang. Dan saat ini pengerjaanya baru pada tahap pelebaran jalan yang sebelumnya sekitar 2 meter menjadi 3 meter
Sumber:www.sinarngawi.com
Polres Ngawi Siapkan 800 Personil
Posted by frendy News, Ngawi, Pemerintahan, Utama 07.14
Polres Ngawi telah menyiapkan sebanyak 800 personilnya untuk mengamankan malam pergantian tahun Sabtu (1/1/2011) mendatang. Selain itu pihaknya juga akan melakukan pengawal pada peserta konfoi tahun baru."Kita sudah siap 800 personil yang terdiri dari seluruh satuan untuk mengamankan pergantian tahun baru yang pastinya diwarnai dengan konvoi keliling kota oleh sekelompok massa," ujar Kapolres Ngawi AKBP Eko Trisnanto, Rabu (29/12/2010).
Jumlah tersebut nantinya akan ditempatkan di sejumlah pos. Diantaranya, alun-alun, perempatan terminal lama, dan hampir diseluruh perempatan jalan jalan protokol yang ada di Kabupaten Ngawi.
Selain itu, lanjut Eko Trisnanto, anggota keamanan yang terdiri dari, sat lantas, sat Rekrim, Intelkam serta Sabara tersebut juga akan melakukan pengawalan terhadap peserta konvoi.
"Konvoi akan kita kawal. Karena untuk melarang konfoi jelas tidak memungkinkan, jadi kita kawal peserta konfoi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sebab jika ada konfoi rawan dengan adanya tindak anarkis," tuturnya.
Eko menambahkan, pihaknya juga akan menindak tegas semua pelanggaran yang terjadi selama malam pergantian tahun baru. Baik yang berupa tindak kriminal serta pelanggran lalu lintas mulai dari helm, berboncengan lebih dari dua orang sampai dengan kenalpot yang bersuara keras.
"Kita tindak tegas semua pelanggaran sesuai dengan peraturan yang berlaku. Selain itu selama beberapa hari ini kita juga sudah melakukan patroli gabungan bersama Kodim, Dinshub dan batalion," pungkasnya.[rdk
Sumber: www.antarajatim.com
Ratih Sanggarwati Calon Bupati Terkaya
Posted by frendy News, Ngawi, Pemerintahan, Utama 06.56
Mantan peragawati papan atas yang juga politisi dari PPP Ratih Sanggarwati merupakan calon bupati Ngawi terkaya dengan jumlah harta mencapai Rp5,3 miliar.Laporan harta kekayaan pasangan calon bupati dan wakil bupati itu diumumkan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi, Syamsul Wathoni, di kantor KPU Setempat, Selasa (20/4). "Pengumuman laporan kekayaan tersebut merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh masing-masing pasangan saat pendaftaran," katanya.
Saat mendaftar, KPU Ngawi bekerja sama dengan pihak yang berwenang, yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan verifikasi. "Pengumuman laporan harta kekayaan itu menindaklanjuti surat dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nomor: B-842/12/04/2010 tentang harta kekayaan masing-masing pasangan cabup dan cawabup Pilkada Ngawi yang wajib diumumkan," ujarnya.
Menurut dia, laporan kekayaan tersebut berupa harta bergerak dan tidak bergerak serta giro atau surat berharga, kemudian dipotong utang dari yang bersangkutan. Semuanya merupakan hasil investigasi dari KPK tanpa ada campur tangan dari pihak KPU Ngawi.
Dari hasil pengumuman tersebut diketahui, Ratih Sanggarwati merupakan calon bupati yang terkaya dengan jumlah kekayaan mencapai Rp5,3 miliar, lalu Budi Sulistyono dengan jumlah kekayaan mencapai Rp4,03 miliar, dan Cabup Maryudi Wahyono dengan jumlah kekayaan Rp2,6 miliar.
Di kalangan calon wakil bupati, cawabup Khoruil Anam merupakan calon tertinggi dengan jumlah kekayaan mencapai Rp2,9 miliar, lalu Ony Anwar dengan jumlah kekayaan sebesar Rp1,9 miliar, dan Cawabup Suramto dengan jumlah Rp1,73 miliar. "Jumlah yang diumumkan merupakan murni dari KPK. KPU Ngawi tidak berhak menambah ataupun mengurangi nilai harta kekayaan dari masing-masing calon bupati dan wakilnya," paparnya.
Setelah pengumuman itu, masyarakat diharapkan ikut memantau dan melaporkan jika terjadi penyimpangan terhadap jumlah harta cabup dan cawabub tersebut. KPU menilai perubahan besaran kekayaan adalah sebuah kewajaran, sepanjang hal tersebut diperoleh dengan cara yang sah dan telah diketahui oleh KPK.
Secara rinci, laporan harta kekayaan masing-masing pasangan sesuai nomor urut adalah pasangan nomer urut satu Tri Suyono-Suramto (NOTO) yang diusung Partai Hanura dan partai kecil lainnya, yakni Tri Suyono memiliki harta kekayaan sebesar Rp2,24 miliar dan Suramto sebesar Rp1,73 miliar.
Pasangan nomor urut dua, Mohammad Rosidi-Siti Amsiah (ROSA) dari calon perseorangan, yakni Mohammad Rosyidi memiliki sebesar Rp333 juta dan Siti Amsiyah Rp1,02 miliar ditambah uang dalam bentuk dolar sebesar 1.480 dolar AS.
Setelah itu, pasangan nomor urut tiga Budi Sulistyono alias Kanang-Ony Anwar Harsono (OK) dari Partai demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Golkar, PAN, dan PKS, yakni Budi Sulistyono memiliki sebesar Rp4,035 miliar dan Ony Anwar Rp1,960 miliar.
Pasangan nomor urut empat, Maryudhi Wahyono-Suratno (MARS) dari Partai Demokrat dan aliansi 12 parpol nonparlemen, yakni Maryudhi Wahyono memiliki Rp2,69 miliar dan Suratno Rp372 juta.
Pasangan terakhir adalah pasangan nomor urut lima Ratih Sanggarwati-Khoirul Anam dari PPP dan PKB, yakni Ratih Sanggarwati memiliki Rp5,38 miliar dan Khoirul Anam Rp2,92 miliar. (Ant/OL-02)
Sumber: www.lihatberita.com
Pegawai tidak tetap di Ngawi dilarang berseragam PNS
Posted by frendy News, Ngawi, Pemerintahan, Utama 00.22“Kebijakan itu
tidak berlaku untuk tenaga kesehatan dan pendidikan,” kata Bupati Ngawi H Budi Sulistiono, kamis (30/12).
Menurutnya, larangan itu untuk membedakan antara PNS dan PTT. Kepada PTT, mereka memakai baju biasa dengan catatan berkerah dan celana biasa, rapih, dan bukan dari bahan jeans.
“Saya dan teman-teman hanya bisa pasrah Mas atas kebijakan Bupati itu. Pasti ada perubahan,” ujar seorang PTT yang enggan disebut namanya.
Mereka berharap kebijakan itu bisa dianulir. “Dampak psikologis pasti ada Mas. Saya dan teman-teman minder,” ujar PTT lainnya diamini rekannya.
sumber : yustisi.com
Desa di Kabupaten Ngawi-Jatim, Terendam Banjir
Posted by frendy Jenagan, Mengko, News, Ngawi, Pemerintahan, Simo, Tirak, Utama 03.13
Meski debit air mulai turun, namun dikawasan rendah atau tidak jauh dari Bengawan Madiun di Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, hingga ini masih digenangi air bah setinggi 65-80 centimeter.Di wilayah tersebut, sedikit 6 desa tergenang air yakni Desa Purwosari, Dinden, Jenangan, Simo, Tirak dan Mengko. Air luapan Bengawan Madiun masuk dipemukiman, Selasa (30/3/2010) sekitar pukul 22.15 WIB malam lalu. Kini, air yang menggenangi pemukiman 6 desa tersebut, sedikit berkurang.
Meski demikian, sempat melumpuhkan aktivitas warga setempat yang hendak kesawah maupun keluar desa maupun dari kota. Karena, sejumlah jalan alternative yang ada di desa tersebut, ikut tergenang air luapan Bengawan Madiun.
Akibat itu, ratusan pelajar SMP dan SMA harus diangkut dengan perahu karet oleh tim SAR Pemkab Ngawi yang dibantu TNI dan Polri menuju lokasi penampungan yang ditentukan agar mereka menjakau ke sekolahnya masing-masing.
“Sejak pagi tadi, tim SAR terpaksa melakukan penjemputan kepada para pelajar yang hendak mengikuti ujian nasional (Unas) seperti yang masih dilaksanakan oleh siswa SMP,” ujar Bripka Sugito, anggota Polsek Kwadungan, Rabu (31/3/2010)
Sedangkan korban banjir lainnya, kata dia, masih tetap bertahan di masing-masing rumahnya sembari waspada serta menyimak rambu tanda bahanya yang dipasang disekitar Bengawan Madiun dengan bunyi meraung pelan. Artinya bunyi raungan datar atau pelan sirene itu, belum menunjukan siaga I. “Atau masih status waspada,” jelasnya.
Lebih lanjut Bripka Sugito menjelaskan sejak selasa lalu, pihak tim SAR terus mengantisipasi dini yakni menyiagakan beberapa perahu karet yang saat ini telah digunakan untuk mengangkut anak sekolah. “Air luapan Bengawan Madiun yang menggenangi 6 desa itu, beruntung tidak masuk ke rumah-rumah penduduk,” tandasnya.
Sementara itu, dilaporkan puluhan Kepala Keluarga (KK) berasal dari Kelurahan Pangongangan, Kecamatan Manguharjo, yang sebelumnya ngunsi di gedung Madrasah Ibtidaiyah Al-Irzad Jalan Merapi, Kota Madiun—akibat banjir, sejak pukul 04.45 WIB sudah kembali kerumahnya masing-masing.




