Mencuri Rokok, Bonyok Dipukuli
Posted by Lintas_Daerah Kabupaten Ngawi, News, Padas, Patroli, Utama 16.36
NGAWI - Ramelan (35), warga Desa Bendo, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, Jawa
Timur, diamankan Polsek Geneng usai
kepergok mencuri rokok di toko kelontong. Sebelum diamankan, Ramelan sempat dihajar oleh massa yang mengetahui perbuatannya.
Menurut Kapolsek Geneng, AKP Partono, pelaku mencuri satu slop rokok di toko milik Sumi, warga Desa Baderan, Kecamatan Geneng. Saat itu, pemilik toko sedang melayani pelaku yang tengah membeli bensin eceran.
"Pelaku datang ke toko untuk beli bensin eceran. Saat pemilik toko sedang melayaninya, diam-diam pelaku masuk ke toko dan mengambil rokok lalu disembunyikan di dalam baju," kata Partono, Kamis (4/4).
Namun, pemilik toko curiga dan berteriak maling sehingga menarik perhatian warga sekitar yang langsung berdatangan. Alhasil, pelaku menjadi bulan-bulanan warga, bahkan sepeda motor pelaku juga turut menjadi sasaran kemarahan.
Menurut Kapolsek Geneng, AKP Partono, pelaku mencuri satu slop rokok di toko milik Sumi, warga Desa Baderan, Kecamatan Geneng. Saat itu, pemilik toko sedang melayani pelaku yang tengah membeli bensin eceran.
"Pelaku datang ke toko untuk beli bensin eceran. Saat pemilik toko sedang melayaninya, diam-diam pelaku masuk ke toko dan mengambil rokok lalu disembunyikan di dalam baju," kata Partono, Kamis (4/4).
Namun, pemilik toko curiga dan berteriak maling sehingga menarik perhatian warga sekitar yang langsung berdatangan. Alhasil, pelaku menjadi bulan-bulanan warga, bahkan sepeda motor pelaku juga turut menjadi sasaran kemarahan.
Dewan Mendesak Jamkesmas Dikelola Pemprov
Posted by Lintas_Daerah Kesehatan, News, Ngawi, Pemprov, Utama 01.40
SURABAYA - Sistem pembagian kartu Jaminan Kesehatan (Jamkesmas)
diusulkan untuk diubah. Pasalnya, dengan menggunakan sistem lama banyak
warga miskin yang tidak tercover dalam kartu Jamkesmas. ”Kalau dengan
sistem yang saat ini yakni ditangani pemerintah pusat banyak yang tidak
mendapat kartu Jamkesmas, kasihan mereka,” kata Ahmad Iskandar, Anggota
Komisi E DPRD Jatim, Rabu (3/4).
Dia menjelaskan, mestinya
Jamkesmas menggunakan sistem kontrak, pembagian kartu Jamkesmas nanti
tidak melalui pengusulan kepada pemerintah pusat. Tetapi, Kementerian
Kesehatan (Kemenkes) langsung memberikan kuota jumlah peserta Jamkesmas
kepada Pemprov. Verifikasi peserta Jamkesmas sendiri akan dilakukan
Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim dan masing-masing kabupaten. Selama ini
verifikasi Jamkesmas ditangani langsung oleh pemerintah pusat melalui
Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).
Dengan
sistem saat ini masih ada ratusan ribu warga miskin di Jatim yang belum
mendapatkan kuota Jamkesmas. Pengajuan tambahan sebesar 210 ribu warga
miskin baru ditolak oleh Pemerintah Pusat. Di samping itu, sebanyak 480
ribu warga peserta Jamkesda pada tahun 2012 lalu sampai sekarang juga
belum tercover.
Dia menilai adanya warga yang tidak tercover
tersebut menjadi aneh, karena melihat penyerapan Jamkesmas tahun lalu
tidak maksimal. Penyerapan Jamkesmas pada tahun 2012 hanya sekitar 50
sampai 60 persen. Dia menduga, kartu Jamkesmas dibagikan tidak tepat
sasaran.
Karena itu, dia mendesak agar pemerintah pusat
menggunakan sistem kontrak. ”Kalau memang nanti sistem kontrak
diberlakukan maka semua bisa mendapatkan kuota, kalau sekarang kan tidak
semuanya mendapatkan kuota,” tegasnya.
Sementara, Kepala
Dinas Kesehatan (Dinkes ) Jatim dr Harsono membenarkan saat ini banyak
warga miskin di Jatim yang berhak menerima Jamkesmas ternyata belum
menerima kartunya. Dari data yang dihimpun, ada 1.410.000 orang yang
belum menerima kartu Jamkesmas baru.
Rinciannya, 1,2 juta
orang yang kartu Jamkesmasnya sudah turun dari pusat ke dinas kesehatan
kabupaten/kota namun belum dibagikan ke masyarakat. “Kami pastikan
masyarakat yang belum menerima kartu Jamkesmas, tetap mendapatkan
pelayanan kesehatan gratis dari rumah sakit. Sebab, ini bukan kesalahan
mereka karena memang kartunya belum diterima,” tegas mantan Bupati
Ngawi tersebut.
Harsono mengatakan, pihaknya sudah
mengintruksikan kepada masing-masing rumah sakit agar menerima pasien
Jamkesmas. “Karena itu, masa aktif kartu lama akhirnya di perpanjang.
Dinkes Jatim sudah menyosialisasikan ini ke semua rumah sakit,” ujarnya.
Saat
ini, kata Harsono sudah ada lima rumah sakit milik Pemprov Jatim yang
melayani pasien secara gratis bagi pemegang kartu jamkesmas lama. Yakni,
RSUD dr. Soetomo, RSU Haji, RSJ Menur, RSUD Saiful Anwar Malang, dan
RSUD Soedono Madiun.
Warga pemegang kartu Jamkesmas lama
mendapat pelayanan kesehatan gratis akan ditangani PT Askes. Petugas
Askes di tiap rumah sakit, akan mengeluarkan Surat Keabsahan Peserta
(SKP) begitu pasien menunjukkan kartu jamkesmas lama. “Setelah SKP
dikeluarkan, rumah sakit wajib memberi pelayanan kepada warga pemegang
kartu lama,” katanya.
Sementara, Ketua Komisi E DPRD Jatim
Sugiri Sancoko mengatakan seharusnya semua kuota yang belum terpenuhi
seluruhnya dicover oleh pemerintah pusat.”Pemerintah harus konsisten,
Kemenkes seharusnya memasukkan semua kuota peserta Jamkesmas tidak malah
melimpahkannya ke Jamkesda,” pungkasnya.
Dikutip : Surabayapost.co.id
Mau Pasti Pas? SPBU Harus Tera Ulang Dulu
Posted by Lintas_Daerah BBM, News, Ngawi, SPBU, Utama 19.31
NGAWI - Maraknya SPBU nakal disikapi oleh Disperindag Ngawi dengan melakukan tera ulang. Ini dilakukan untuk memastikan jika tidak ada penipuan yang dilakukan SPBU dalam memberikan BBM kepada konsumen.
Kepala UPT Metrologi Disperindag Jatim di Madiun, Hadi Witomo, menjelaskan, sudah seharusnya semua SPBU mengantongi sertifikat Pasti Pas agar tidak merugikan konsumen. Karena hal itu, maka pihaknya melakukan pengecekan ke seluruh SPBU.
Teknis yang dilakukan adalah menakar 20 liter solar, pertamax, maupun premium untuk mengetahui ambang batasnya. Nantinya, hasil pengecekan tera ini akan disampaikan dalam bentuk tertulis sebagai syarat dari Pertamina untuk menilai apakah SPBU yang sudah dicek tersebut layak mendapat label Pasti Pas atau tidak.
Ketahuan Selingkuh, Suami Cekik Istri
Posted by Lintas_Daerah jogorogo, KDRT, Macanan, News, Ngawi, Patroli, Utama 19.26
JOGOROGO - Emosi karena sms mesra dirinya dengan wanita lain dibaca sang istri, Supri, 30, memukul Nurhayati, 33, istrinya.
Berdasarkan keterangan dari Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Budi Santoso, kemarin (28/03), tindak KDRT ini dialami oleh Nurhayati yang merupakan warga Dusun Pondok, Macanan, Jogorogo setelah mencurigai jika sang suami ada main dengan wanita lain. Hal ini didasari dari gelagat Supri yang sejak beberapa hari terakhir sibuk dengan ponselnya.
Usut punya usut, terbukti jika si suami memang bersms mesra dengan wanita lain. Tidak terima suaminya digoda, Nurhayati mencoba menghubungi si wanita itu. Tindakan ini diketahui oleh Supri yang langsung meminta ponselnya untuk dikembalikan. Namun Nurhayati menolak dan malah membanting ponselnya. Kejadian ini langsung saja membuat Supri kalap dan langsung memukul juga mencekik leher Nurhayati hingga terjatuh.
Kejadian ini akhirnya dilaporkan oleh Nurhayati ke Mapolsek Jogorogo. Karena kasus tersebut melibatkan perempuan, Polsek Jogorogo melimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Ngawi untuk proses lebih lanjut.
Saat dimintai keterangan, pelaku mengaku jika kekerasan yang dilakukannya terjadi karena kesal mengetahui ponselnya dibanting oleh sang istri.
Harga Cabai Rawit Semakin Pedas
Posted by Lintas_Daerah News, Ngawi, Pasar, Perdagangan, Utama 15.52
NGAWI - Setelah harga bawang dan tomat, kini harga cabai rawit di Ngawi terus naik. Saat ini, harga sayuran pedas itu menembus Rp 50 ribu per kilogram. Berbanding jauh dari harga beberapa pekan lalu yang masih berada di kisaran Rp 26 ribu.
Harga yang cukup membuat pedih dompet ini juga dikeluhkan oleh para penjual sayuran di Pasar Besar Ngawi. Mereka menjadi kesulitan menjual cabai rawit dengan harga yang mahal, selain itu, mereka pun di protes oleh para pembeli.
Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Ngawi, Marsudi, menyatakan kenaikan harga cabai ini merupakan imbas kegagalan panen di sejumlah sentra cabai lokal. Ini juga didasari karena kondisi cuaca yang tidak menentu yang akhirnya membuat cabai rawit menjadi busuk yang akhirnya mempengaruhi harga jual karena stok yang hanya sedikit juga kerugian panen.
Asik Mabuk, Enam Pelajar Di Razia
Posted by Lintas_Daerah News, Ngawi, Ngrambe, Patroli, Utama 15.48
NGRAMBE - Sedang asik mabuk-mabukan, enam pelajar asal Desa Sidomulyo, Ngrambe, diamankan polisi setelah ketahuan pesta miras di sub terminal Ngrambe. Mereka digerebek petugas pada Sabtu, (23/3) sekitar pukul 23.00 WIB. Ini bermula saat Polsek Ngrambe melakukan patroli rutin dan mendapat informasi dari warga kalau ada persta miras di sub terminal Ngrambe.
Dari hasil penggerebekan dan penyelidikan, polisi mendapati sejumlah pelajar sedang mabuk miras jenis arak jowo yang dikemas dalam bekas botol mineral.
Kawasan sub terminal Ngrambe memang tempat favorit menggelar pesta miras karena kondisinya yang gelap dan sepi di malam hari. Terlebih, tempat ini juga banyak ruko kosong yang tidak terawat.
Saat ini, pihak Polres Ngrambe akan melakukan penyidikan lebih lanjut dan melakukan upaya agar sub terminal Ngrambe tidak lagi digunakan sebagai tempat maksiat, termasuk pesta miras.
Cari Korban, Minta Banyuan Tim SAR Madiun
Posted by Lintas_Daerah Madiun, News, Ngawi, Tragedi, Utama, Watualung 15.51
NGAWI - Pencarian Riyan (11) warga Desa Watualung, Kecamatan Ngawi
yang tenggelam karena terseret arus Bengawan Solo, hingga Senin (25/3/2013) malam masih belum menemukan titik terang.
Warga dan petugas BPBD Pemkab Ngawi yang mencari korban, menggunakan perahu karet. Namun karena belum ada tanda-tanda ditemukan, rencananya petugas akan minta bantuan tim SAR Madiun.
Hal ini selain sungai Bengawan Solo arusnya masih deras, juga belum ada tanda-tanda anak semata wayang pasangan suami istri Yadi (45) dan Supini (38) itu ditemukan. "Kalau tak kunjung ditemukan maka kami akan minta bantuan SAR Madiun," terang Kapolsek Ngawi, AKP Slamet Suyanto.
Sementara, hingga kini di rumah korban, kedua orangtua korban masih tampak shock berat dan belum bisa dimintai keterangan. Sedangkan tiga rekan korban yang selamat, sudah dibawa pulang ke rumahnya masing-masing.
Diberitakan sebelumnya, Riyan tenggelam bersama tiga rekannya, saat bermain seluncur di arus sungai Bengawan Solo tak jauh dari rumahnya, Senin (25/3/2013) petang. Tiga rekan korban berhasil diselamatkan warga, tetapi Ryan terseret arus sungai yang cukup deras.
Warga dan petugas BPBD Pemkab Ngawi yang mencari korban, menggunakan perahu karet. Namun karena belum ada tanda-tanda ditemukan, rencananya petugas akan minta bantuan tim SAR Madiun.
Hal ini selain sungai Bengawan Solo arusnya masih deras, juga belum ada tanda-tanda anak semata wayang pasangan suami istri Yadi (45) dan Supini (38) itu ditemukan. "Kalau tak kunjung ditemukan maka kami akan minta bantuan SAR Madiun," terang Kapolsek Ngawi, AKP Slamet Suyanto.
Sementara, hingga kini di rumah korban, kedua orangtua korban masih tampak shock berat dan belum bisa dimintai keterangan. Sedangkan tiga rekan korban yang selamat, sudah dibawa pulang ke rumahnya masing-masing.
Diberitakan sebelumnya, Riyan tenggelam bersama tiga rekannya, saat bermain seluncur di arus sungai Bengawan Solo tak jauh dari rumahnya, Senin (25/3/2013) petang. Tiga rekan korban berhasil diselamatkan warga, tetapi Ryan terseret arus sungai yang cukup deras.
Dikutip : SuryaOnline
Hilang Berhari-hari, Ditemukan Hanyut
Posted by Lintas_Daerah Kabupaten Ngawi, Kandangan, News, Ngawi, Padang, Patroli, Trucuk, Utama 16.26
NGAWI - Setyawan (15), siswa asal Kandangan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur yang sudah menghilang selama beberapa hari akhirnya ditemukan mengapung
dalam kondisi telanjang di sungai Bengawan Solo di Desa Padang,
Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro.
Murid yang masih duduk di bangku SMP itu dikabarkan menghilang pada sejak Minggu (17/03), saat mandi di sungai Kerso yang bermuara ke sungai Bengawan Solo. Dia bersama lima kawannya hanyut di sungai tersebut hingga ditemukan meninggal dunia terhanyut hingga ke Bojonegoro.
AKP Sukirman pada hari Kamis (21/03), menegaskan jika pihak keluarga korban telah menyakinkan kepada petugas kalau jasad itu adalah kerabatnya.
Murid yang masih duduk di bangku SMP itu dikabarkan menghilang pada sejak Minggu (17/03), saat mandi di sungai Kerso yang bermuara ke sungai Bengawan Solo. Dia bersama lima kawannya hanyut di sungai tersebut hingga ditemukan meninggal dunia terhanyut hingga ke Bojonegoro.
AKP Sukirman pada hari Kamis (21/03), menegaskan jika pihak keluarga korban telah menyakinkan kepada petugas kalau jasad itu adalah kerabatnya.
Bus vs Truk Di Jalur Ngawi - Surabaya
Posted by Lintas_Daerah Karangjati, Kecelakaan, News, Patroli, Talok, Utama 05.37
NGAWI -
Kecelakaan terjadi di Jalur Ngawi - Surabaya tepatnya di Desa Talok
Kecamatan Karangjati. Sebuah bus Pariwisata yang mengangkut 50 pelajar
SMA Negeri 2 Yogyakarta bertabrakan dengan truk pengangkut batu marmer. 5
penumpang bus mengalami luka dalam insiden tersebut.
Kecelakaan bermula saat truk bernopol AD 1875 AC yang dikemudikan Supono (40) warga Klaten Jawa Tengah bermaksud mengantar batu marmer dari Wonoasri, Gunung Kidul Yogyakarta menuju ke Surabaya. Saat sampai lokasi Truk berjalan oleng. Dari arah berlawanan melintas bus Pariwisata Bimo yang dikemudikan Untung Budi Prasetyo (45) pulang dari berwisata dari Bali.
"Kami dalam perjalanan dari Bali mau pulang ke Jogja. Mengantarkan pelajar SMA Negeri 2 Yogyakarta study tour. Saat melintas, dari arah depan tiba-tiba sebuah truk berjalan oleng hingga memakan bahu jalan. Saya mengerem dan berusha menepikan bus ke pinggir, tapi truk terus melaju dan menabrak bagian samping kanan bus. Akibat tabrakan itu banyak pelajar yang luka.
"Kelihatannya sopir truk sedang ngantuk, karena tidak sedang menyalip," kata sopir Bus Bimo, Untung kepada detiksurabaya.com, Sabtu, (16/03/2013).
Penumpang bus sebagian besar sedang dalam kondisi tertidur saat kecelakaan terjadi. "Saya duduk dibangku nomer dua dibelakang sopir dan sedang tidur, tiba - tiba terdengar suara brak. Kami langsung terjungkal menabrak kursi di depan," ucap Amanda (17), penumpang bus.
Setelah bangun, kata Amanda, ternyata busnya ditabrak truk. Ada 5 orang teman yang terluka sehingga dibawa ke Puskesmas. Mengenai dugaan sopir truk mengantuk, pihak kepolisian setempat masih menyelidikinya.
"Kami masih melakukan penyelidikan, jadi belum bisa menyimpulkan penyebabnya," ujar Kanit Laka Polres Ngawi, Ipda Miftahudin.
Kecelakaan bermula saat truk bernopol AD 1875 AC yang dikemudikan Supono (40) warga Klaten Jawa Tengah bermaksud mengantar batu marmer dari Wonoasri, Gunung Kidul Yogyakarta menuju ke Surabaya. Saat sampai lokasi Truk berjalan oleng. Dari arah berlawanan melintas bus Pariwisata Bimo yang dikemudikan Untung Budi Prasetyo (45) pulang dari berwisata dari Bali.
"Kami dalam perjalanan dari Bali mau pulang ke Jogja. Mengantarkan pelajar SMA Negeri 2 Yogyakarta study tour. Saat melintas, dari arah depan tiba-tiba sebuah truk berjalan oleng hingga memakan bahu jalan. Saya mengerem dan berusha menepikan bus ke pinggir, tapi truk terus melaju dan menabrak bagian samping kanan bus. Akibat tabrakan itu banyak pelajar yang luka.
"Kelihatannya sopir truk sedang ngantuk, karena tidak sedang menyalip," kata sopir Bus Bimo, Untung kepada detiksurabaya.com, Sabtu, (16/03/2013).
Penumpang bus sebagian besar sedang dalam kondisi tertidur saat kecelakaan terjadi. "Saya duduk dibangku nomer dua dibelakang sopir dan sedang tidur, tiba - tiba terdengar suara brak. Kami langsung terjungkal menabrak kursi di depan," ucap Amanda (17), penumpang bus.
Setelah bangun, kata Amanda, ternyata busnya ditabrak truk. Ada 5 orang teman yang terluka sehingga dibawa ke Puskesmas. Mengenai dugaan sopir truk mengantuk, pihak kepolisian setempat masih menyelidikinya.
"Kami masih melakukan penyelidikan, jadi belum bisa menyimpulkan penyebabnya," ujar Kanit Laka Polres Ngawi, Ipda Miftahudin.
Dikutip : DetikSurabaya
Makin Meroket, Omzet Pedagang Bawang Menurun
Posted by Lintas_Daerah News, Ngawi, Perdagangan, Perekonomian, Utama 05.35
KOTA - Jika di daerah lain harga bawang putih sudah mulai turun, beda ceritanya dengan di Ngawi. Harga bawang di sejumlah pasar di Ngawi masih tinggi. Terakhir, harga bawang putih mencapai Rp 65 ribu per kilogram.
Akibat hal ini, sejumlah pedagang mengeluhkan penurunan pemasukan yang mencapai 60 persen. Hal ini terjadi karena jika sebelum harga naik, para pembeli membeli dalam jumlah banyak, saat ini konsumen hanya membeli bawang seperlunya.
Selain bawang putih, harga bawang merah pun masih tinggi. Kini, satu kilogram bawang merah di hargai Rp 40 ribu. Dengan kenaikan dua jenis bawang ini, rata-rata para pedagang hanya mampu menjual 40 kilogram bawang dalam sehari. Berbeda jauh dengan sebelum kenaikan harga dimana para pedagang bisa menjual bawang sampai satu kwintal perhari.
Kepala Pasar Besar Ngawi, Joko Santoso, menduga kenaikan harga bawang ini disebabkan oleh ulah spekulan yang memainkan harga dan menahan barang, sehingga harga bawang menjadi sangat mahal.
Kantor BPT Rusak dan Tidak Terawat
Posted by Lintas_Daerah Fasilitas Pemerintahan, Kasreman, News, Ngawi, Tawun, Utama 05.23
KASREMAN - Tidak dirawat, kantor Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Balai Pembibitan Ternak (BPT) di Dusun Mencong, Desa Tawun, Kecamatan Kasreman akhirnya menjadi percuma. Bangunan senilai Rp 1,5 miliar tersebut kini rusak dan dalam kondisi yang memprihatinkan.
Tidak hanya bangunannya yang rusak, sejulah sarana dan prasarana pun ikut tidak terawat. Sebut saja sejumlah mesin dan alat penggiling makanan hewan yang sudah rusak.
Mangkraknya gedung ini terjadi karena anggaran yang diberikan oleh Pemkab Ngawi sangatlah minim. Seperti dijelaskan oleh Milan, kepala UPTD BPT Tawun, kemarin (16/3). Anggaran yang diberikan hanya cukup untuk pemeliharaan ternak saja, tidak ada alokasi khusus untuk perawatan gedung dan peralatan.
Sementara Wakil Ketua Komisi II DPRD Ngawi, Agus Sulistyawan menilai adanya indikasi perencanaan yang tidak matang yang mengakibatkan bangunan ini menjadi tidak terpakai. Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan sidak demi mengetahui kondisi yang sebenarnya.
Tabrakan Antaran Dua Truk dan Dua Sepeda Motor
Posted by Lintas_Daerah Kawu, Kecelakaan, Kedunggalar, News, Ngawi, Paron, Patroli, Utama 16.10
NGAWI - Karena tidak berhati-hati, seorang pengendara motor tewas dan seorang lainnya mengalami luka serius dalam kecelakaan antara motor dan truk yang terjadi di Kabupaten Ngawi, Kamis (14/3) kemarin.
Eko Budi Saputro warga Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar,
Ngawi adalah korban tewas sedangkan Hartono teman almarhum, mengalami luka parah. Kecelakaan ini terjadi terjadi di Jalan Raya Ngawi-Solo tepatnya Desa
Ngale, Kecamatan Paron.
Kecelakaan ini berawal saat Eko yang mengendarai sepeda motor
melaju dengan kecepatan penuh dari arah Solo menuju Ngawi. Setibanya di Ngawi, Eko berupaya
mendahului Hartono, teman sesama pengendara sepeda motor yang melaju di depannya.
Namun belum sempat Eko mendahului Hartono, bagian depan motor Eko menabrak bagian belakang motor Hartono. Akibatnya, motor Eko kehilangan kendali dan jatuh. Dari arah berlawanan, melintas truk yang langsung melindas Eko dan menyeretnya hingga truk itu menabrak truk lain yang membuat truk itu berhenti.
Sering Kabur, Seorang Wanita Ditemukan di Solo
Posted by Lintas_Daerah Geneng, News, Ngawi, Patroli, Tambakromo, Utama 20.20
NGAWI - Terkait kaburnya NW, 16, gadis asal Tambakromo Geneng pada malam natal lalu, polisi masih mendalami motifnya. Polisi menduga banyak kemungkinan. Salah satunya adalah praktik human trafficking atas siswi kelas XI salah satu SMK swasta di Geneng itu. Dugaan ini ada karena kepergian NW adalah atas ajakan teman prianya dan kemungkinan dipekerjakan di Solo, Jawa Tengah.
Diberitakan pada 25 Desember lalu, orangtua NW melapor ke polisi karena kehilangan anaknya. Setelah menerima laporan, pihak Kasat Reskrim Polres Ngawi intensif berkomunikasi dengan orangtua NW. Segala upaya sudah dilakukan, termasuk melacak keberadaan NW lewat nomor teleponnya. Namun usaha ini mendatangkan kesulitan karena nomor telepon NW yang sering ganti. Usaha terus dilakukan hingga akhirnya polisi menemukan titik terang. NW ditemukan di warung bakso di daerah Karangjati, jelas AKP Budi Santoso.
Kepada petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Ngawi, NW mengaku minggat karena merasa tidak nyaman tinggal di rumah. NW merasa tertekan atas larangan-larangan dari orangtuanya. Karena itulah, korban memutuskan untuk minggat yang dibantu oleh mantan pacarnya dan bekerja sebagai pembantu di Solo.
Mendengar pengakuan seperti itu, petugas tidak percaya. Ini dikarenakan pakaian yang dikenakan NW ketika ditemukan. NW mengenakan hotpants dan baju berbelahan dada rendah. Saat ditanya, NW beralasan jika itu adalah baju pinjaman dan mengaku kalau dirinya bukanlah wanita nakal.
Orangtua NW mengaku kalau NW memang sering kabur dari rumah. Terakhir, NW pergi menjelang ujian semester pada awal Desember 2012 lalu. Saat itu, NW ditemukan di rumah B, teman prianya yang beralamat di Kecamatan Bringin, Ngawi.
Ayah NW berharap anaknya tidak mengalami apa-apa meskipun sedikit terkejut dengan pakaian yang NW kenakan.
GOR Ngawi Rusak
Posted by Lintas_Daerah Fasilitas Pemerintahan, GOR, News, Ngawi, Utama 20.10![]() |
| ilustrasi (red.) |
NGAWI - Belum ada setahun dibangun, Gelanggang Olah Raga (GOR) Ngawi sudah terlihat kerusakan disana-sini. Tembok ruang tunggu kamar mandi juga tembok toilet mulai retak-retak. DI beberapa titik pun terlihat bekas penambalan.
Kerusakan tidak hanya terjadi di area kamar mandi. Batu yang dipasangi di areal taman juga banyak yang mulai mengelupas. Sampai saat ini belum terlihat adanya upaya perbaikan dari pihak terkait.
Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Ciptakarya dan Kebersihan, Bambang Haryono, kerusakan itu terjadi bukan karena kualitas pekerjaan yang buruk atau bahan bangunan yang berkualitas rendah, namun karena tanah Ngawi yang labil.
Menurut Bambang, penilaian didasari dari apa yang terjadi di beberapa kantor pemerintahan yang juga mengalami kerusakan yang sama. Mulai dari keretakan, amblesnya tanah dan lainnya. Bambang pun menolak jika dikatakan kerusakan itu akibat kurangnya pengawasan.
Dinkes Harus Lakukan Antisipasi Terhadap HIV/Aids
Posted by Lintas_Daerah Kesehatan, News, Ngawi, Penyakit, Utama 19.58
NGAWI - Wakil Ketua Komisi II DPRD Ngawi, Agus Sulistyawan mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) segera melakukan antisipasi dini untuk menemukan penderita dengan stadium awal. Sebanyak 9 pasien yang ditemukan selama dua bulan terakhir dinilai sebagai kejadian luar biasa.
Dinkes harus memetakan daerah di Ngawi yang paling banyak penderita HIV. Dari pemetaan itu dilakukan pendataan penyebab paling banyak. Apakah faktor seks bebas, penggunaan jarum suntik bergantian atau penularan virus HIV dari ibu penderita HIV ke anaknya, tutur Agus.
Sosialisasi ke semua kalangan perlu ditingkatkan. Ini dikarenakan masih banyaknya masyarakat yang awam terhadap penyakit mematikan ini. Sehingga, dampak dari ketidak tahuan ini adalah sikap antipati yan ditunjukan masyarakat terhadap penderita HIV/Aids.
Agus menyadari, sosialisasi yang akan dilakukan adalah tugas berat. Namun, secara perlahan tetap harus dilakukan demi memberitahukan pengetahuan soal penyakit ini kepada masyarakat agar mereka bisa lebih menerima penderita HIV/Aids yang ada disekitarnya.
Jumlah Penderita HIV/Aids Naik
Posted by Lintas_Daerah Kesehatan, News, Pemerintah, Penduduk, Utama 21.16
KOTA - Dinas KEsehatan (Dinkes) Ngawi mengaku kesulitan mendeteksi penderita HIV/Aids. Hal itu disebabkan karena klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT_ belum dibuka. Rencananya, fasilitas penanganan pasien HIV/Aids tersebut baru mulai beroperasional pada pertengahan tahun ini. Masalah yang terjadi saat ini adalah, pasien baru terdeteksi saat kondisi sudah dalam stadium lanjut. Dengan adanya VCT, diharapkan penderita bisa dideteksi lebih dini. Demikian yang disampaikan oleh Kasi Penanggulangan Penyakit Dinkes Ngawi, Jaswadi, kemarin (9/3).
Jumlah temuan orang dengan HIV/Aids (ODHA) di Ngawi naik tiga kali lipat. Dinkes menemukan 9 penderita baru yang terinveksi virus itu dalam waktu kurang dari tiga bulan. Tentu saja, temuan ini merupakan fakta yang harus mendapatkan solusi penanganan yang lebih baik. Penderita yang baru ditemukan itu berasal dari Kecamatan Ngawi, Kecamatan Mantingan dan Kecamatan Padas.
ODHA tersebut ditemukan dalam kondiri sudah disertai penyakit penyerta atau infeksi opurtunistik seperti Tubercolosis (TB), Gastro Enteristis (GE) atau diare yang tidak kunjung sembuh, jamur dan sariawan yang juga tidak kunjung sembuh. Jika setiap bulan rutin ditemukan 3 ODHA, maka penderita HIC/Aids dipastikan naik dibanding tahun sebelumnya. Terakhir tercatat pada tahun 2011 ditemukan 30 ODHA.
Karena itu, Dinkes menginstruksikan semua puskesmas di Ngawi harus memiliki klinik infeksi menular seksual (IMS). Klinik tersebut bertujuan untuk mengajak masyarakat memeriksakan kesehatan organ seksualnya. Sehingga diharapkan, pada saat klinik VCT resmi dibuka, masyarakat tidak lagi canggung untuk memeriksakan kesehatannya.
Selain fasilitas, kendala yang ditemukan di lapangan adalah, mayoritas penderita HIV/Aids bersikap tertutup. Tentu saja ini menjadi kendala dalam melakukan deteksi dini. Oleh karena itu, Dinkes bekerja sama dengan LSM yang berkompeten di bidang pendampingan Pasien HIV/Aids.
Dinkes juga mulai aktif melakukan sosialisasi ke pelajar, mahasiswa dan masyarakat tentang HIV/Aids dan cara penularannya. Diharapkan, dengan adanya sosialisasi tentang virus ini, masyarakat menjadi lebih tahu dan terhindar dari penyakit tersebut.
Dikutip : Radar Ngawi
Polisi Siap Amankan Pilkades Serentak
Posted by Lintas_Daerah Keamanan, News, Ngawi, Pilkada, Utama 21.00
KOTA - Menjelang digelarnya pemilihan kepada desa (Pilkades) serentak di Ngawi, Polres setempat mengintensifkan pembinaan anggota. Ratusan anggota pengendali massa (Dalmas) Polres Ngawi dan Polsek jajaran berlatih beladiri sebagai bekal pengendalian massa di halaman Mapolres Ngawi.
"Ini bentuk pembinaan, apalagi dalam waktu dekat ada pemilihan 127 kades secara serentak," kata Kapolres Ngawi, AKBP Eddy Djunaedi, kemarin (8/3).
Menurut dia, anggota Dalmas dilatih bela diri untuk mengurangi penggunaan senjata api. Mereka dilatih beladiri dengan tangan kosong dan hanya menggunakan peralatan seperti tongkat dan borgol. Latihan ini juga disertai dengan simulasi penggeledahan dan membawa tahanan.
Meski dibekali dengan kemampuan beladiri, mereka tetap mengutamakan negosisasi untuk meredam amarah massa jika situasi mendesak. "Setiap Kapolsek memiliki minimal tiga tim negosiator yang di pimpin langsung oleh Kapolseknya," jelas Eddy.
Latihan beladiri rutin ini dilakukan dua kali dalam seminggu. Selain pengamanan pilkades, Dalmas harus bekerja keras mengamankan gelaran pemilihan gubernur, pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden.
Dikutip : Radar Ngawi
Ayah Pemerkosa Perkosa Putri Kandungnya Minimal Dua Kali Sebulan
Posted by Lintas_Daerah Kriminal, News, Ngawi, Patroli, sine, Utama 06.03
NGAWI - Korban perkosaan bapak kandungnya, IW (16), warga Kecamatan Sine
Kabupaten Ngawi, mengaku selalu dipaksa bapak kandungnya sejak awal
melayani nafsu bejat ayah kandungnya selama 5 tahun terakhir.
Setiap menolak dan melawan tidak mau melayani nafsu bejatnya itu,
tersangka selalu mengancam tidak akan menyekolahkan korban. Selain itu,
tersangka mengancam tidak akan membiayai hidup korban.
"Sejak awal saya menolak, tetapi selalu diancam tak disekolahkan dan
saya tak diberi biaya hidup. Terpaksa saya melayani ayah hingga hamil 6
bulan ini. Termasuk tidak boleh bercerita ke siapa pun," terang IW, Sabtu (9/3/2013).
Selain itu IW mengaku jika bapak kandungnya itu selalu meminta jatah
kepadanya minimal sebulan 2 kali. Saat meminta jatah itu, ibu kandungnya
tidak berada di rumah karena sibuk bekerja di Surabaya. Sedangkan
selama ini yang ada di rumah itu hanya dirinya dan bapak kandungnya itu.
"Mintanya bisa sebulan 2 kali. Saya rela dia (bapak) dihukum sekarang,"
tegasnya.
Disamping itu, IW menceritakan jika kasus perkosaan ini terkuak saat
para tetangga dan kerabat korban yang hidup di lereng Gunung Lawu bagian
Utara itu mengetahui tiba-tiba korban hamil 6 bulan dan perutnya
semakin membesar.
"Karena didesak tetangga itulah, kemarin sore hingga malam saya mengaku disetubuhi ayah saya sendiri," ucapnya.
Sementara, tersangka Adi Pranoto mengaku terpaksa menyetubuhi anaknya
sejak tidur bersama saat anaknya masih duduk dibangku kelas 5 SD.
Tersangka mengaku tak kuat menahan nafsu bejatnya.
Selain itu, tersangka berdalih jika istrinya yang bekerja di Surabaya
jarang pulang. Oleh karenanya, tersangka melampiaskan nafsu bejatnya ke
anak semata wayangnya itu.
"Persetubuhan selalu saya lakukan di dalam kamar rumah saat kondisi
rumah sepi karena yang tinggal di rumah hanya saya dan anak saya itu,"
tandasnya.
Dikutip : TribunNews
Seorang Bapak Gauli Anak Kandung Selama 7 Tahun
Posted by Lintas_Daerah News, Ngawi, Patroli, sine, Utama 05.31
NGAWI -
Adi Pranoto Diasih, warga Dusun Dukuh, Desa Tulakan, Kecamatan Sine,
Ngawi benar-benar ayah bejat. Lelaki 38 tahun itu
tega-teganya menggauli anak kandungnya sendiri.
Parahnya, perbuatan itu sudah dilakukannya selama 7 tahun. Kasus ini terbongkar setelah korban yang baru berumur 16 tahun hamil. Usia kehamilan korban kini sudah berjalan enam bulan.
"Tersangka kami amankan setelah mendapat laporan warga jika dia telah menggauli anak kandungnya sendiri," kata Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Budi Santosa kepada detiksurabaya.com, Jumat (9/03/2013).
Terungkapnya kasus ini bermula dari tetangga yang melapor kepada perangkat desa setempat setelah curiga melihat perut korban semakin membuncit.
"Awalnya saya dilapori tetangganya yang curiga dengan perut korban yang membuncit," kata Kepala Dusun Dukuh, Anwar Wasidi
Akhirnya Anwar dengan dibantu perangkat desa lainnya mendatangi rumah korban untuk melakukan pengecekan. Untuk tahu kebenaran kehamilan, Anwar memeriksakan korban ke dokter kandungan. Hasil pemeriksaan dokter kandungan, korban dinyatakan positif hamil.
Setelah ketahuan hamil, akhirnya korban menceritakan soal perbuatan bejat ayah kandungnya. "Saya kaget mendengarnya lalu melaporkan ke polisi untuk menghindari hal tak diinginkan," jelas Anwar.
Menurut pengakuan korban, bapaknya sudah menggaulinya sejak kelas V SD. Perbuatan bejat itu dilakukan hingga korban menginjak kelas 1 SMK. Korban yang masih bersekolah di salah satu SMK Ngawi itu mengaku dirinya dipaksa dan diancam oleh ayahnya setiap kali berhubungan.
"Saya selalu dipaksa oleh Bapak sejak kelas 5 SD hingga sekarang, jika tak mau melayani diancam tidak akan dibiayai sekolah dan tidak diberi makan. Dan benar, saat ini saya sedang hamil" ujar korba saat dimintai keterangan penyidik.
Adi sendiri membantah jika perbuatan cabul pada anaknya itu karena paksaan. "Kami melakukannya sejak tahun 2007 atau sejak istri saya bekerja sebagai pembantu Rumah Tangga di Sidoarjo. Saya tak memaksa melakukannya karena dia juga mau" ujar Adi.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 81 dan 82 UURI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.
Parahnya, perbuatan itu sudah dilakukannya selama 7 tahun. Kasus ini terbongkar setelah korban yang baru berumur 16 tahun hamil. Usia kehamilan korban kini sudah berjalan enam bulan.
"Tersangka kami amankan setelah mendapat laporan warga jika dia telah menggauli anak kandungnya sendiri," kata Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Budi Santosa kepada detiksurabaya.com, Jumat (9/03/2013).
Terungkapnya kasus ini bermula dari tetangga yang melapor kepada perangkat desa setempat setelah curiga melihat perut korban semakin membuncit.
"Awalnya saya dilapori tetangganya yang curiga dengan perut korban yang membuncit," kata Kepala Dusun Dukuh, Anwar Wasidi
Akhirnya Anwar dengan dibantu perangkat desa lainnya mendatangi rumah korban untuk melakukan pengecekan. Untuk tahu kebenaran kehamilan, Anwar memeriksakan korban ke dokter kandungan. Hasil pemeriksaan dokter kandungan, korban dinyatakan positif hamil.
Setelah ketahuan hamil, akhirnya korban menceritakan soal perbuatan bejat ayah kandungnya. "Saya kaget mendengarnya lalu melaporkan ke polisi untuk menghindari hal tak diinginkan," jelas Anwar.
Menurut pengakuan korban, bapaknya sudah menggaulinya sejak kelas V SD. Perbuatan bejat itu dilakukan hingga korban menginjak kelas 1 SMK. Korban yang masih bersekolah di salah satu SMK Ngawi itu mengaku dirinya dipaksa dan diancam oleh ayahnya setiap kali berhubungan.
"Saya selalu dipaksa oleh Bapak sejak kelas 5 SD hingga sekarang, jika tak mau melayani diancam tidak akan dibiayai sekolah dan tidak diberi makan. Dan benar, saat ini saya sedang hamil" ujar korba saat dimintai keterangan penyidik.
Adi sendiri membantah jika perbuatan cabul pada anaknya itu karena paksaan. "Kami melakukannya sejak tahun 2007 atau sejak istri saya bekerja sebagai pembantu Rumah Tangga di Sidoarjo. Saya tak memaksa melakukannya karena dia juga mau" ujar Adi.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 81 dan 82 UURI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.
Dikutip : DetikSurabaya







